Pages

Sabtu, 06 September 2014

PEMAHAMAN SYSTEM PROFIT KOMUNITAS SALING BANTU

Banyak diantara teman2 komunitas yg belum memahami dan mengerti .... Bagaimana dan darimana profit dalam sistem komunitas saling membantu ini ...???
Hingga saat ini, masih sangat sering pertanyaan itu... darimana profit itu berasal….???
Oke lah… Ada satu hal mendasar yang perlu kita perhatikan untuk memahami asal profit 30% bahkan lebih tersebut… Yaitu di mulai oleh sebuah system saling membantu MMM yang sangat fenomenal (diciptakan oleh Mr. Sergey Mavrodi dari Rusia), yaitu suatu SISTEM KEUANGAN model baru, bukan merupakan SISTEM BISNIS/USAHA…!!!
Tetapi apakah sistem ini buruk atau bagus ? dan sebenarnya bagaimana ? plus minusnya apa ? Mari kita sama-sama memahami dan menilainya...
Perbedaan mendasar dari sistem keuangan dengan sistem bisnis terletak pada sumber asal profit pada sistem tersebut. Pada sistem bisnis/usaha, profit yang berupa uang diperoleh dari SELISIH harga jual dengan harga beli, atau selisih biaya produksi dengan harga jual. Sedang pada sistem keuangan, profit yang berupa uang diperoleh dengan cara DICIPTAKAN dari ketiadaan. Ya… diciptakan dari ketiadaan…, artinya diciptakan uang baru untuk profit tersebut… :) “Nanti kita akan memahami hal ini…”
Maaf sebelumnya…, tidak ada cara instan untuk menjelaskan darimana asal profit dan bonus-bonus tersebut… !!!
Jika ada, pasti sudah tidak banyak lagi yang bertanya-tanya darimana asalnya profit tersebut… Tapi nyatanya, sampai sekarang banyak sekali yang menanyakan hal itu… Jadi, mari kita pahami secara bertahap…
Jika kita ingin memahami asal dari profit dan bonus sistem ini, maka kita harus memahami terlebih dahulu berbagai pernak-pernik yang ada dalam suatu sistem keuangan… Tanpa memahami berbagai pernak pernik yang ada dalam sistem keuangan, kita tidak akan pernah bisa mengerti darimana asal profit dan bonus2 tersebut…
Oke lah… Sekarang mari kita coba untuk memahami asal profit dalam suatu sistem keuangan dengan cara sesederhana mungkin…. “Namun, kalau nanti ternyata terkesan tidak sederhana…, maaf yach….”
Ada 3 pernak-pernik sistem keuangan yang perlu kita perhatikan disini…
  1. Stock : jumlah uang yang ada dalam peredaran
  2. Flow : aliran/perpindahan uang dari satu orang ke orang lain melalui suatu transaksi
  3. Fractional Reserve Banking : Praktek sistem perbankan saat ini.
Sekarang, perhatikan dua cerita berikut ini…
CERITA I : TANPA PIRAMIDA SISTEM KEUANGAN
Misal…, di dunia ini hanya ada 3 orang… Yaitu AKU, KAU, & DIA…
Lalu…, stock / jumlah uang yang ada dalam peredaran hanya 2 juta rupiah. Ingat hanya ada 2 juta lembar rupiah di dunia ini…!!!
Dan…, 1 juta milik AKU, 1 juta milik KAU, sedang si DIA adalah orang miskin, jadi DIA tidak punya uang sama sekali… Suatu saat AKU menjual suatu barang dengan harga 1 juta, lalu dibeli oleh KAU. Jadi sekarang KAU punya barang tersebut, namun sekarang seluruh uang yang ada dalam peredaran ada pada AKU.
Nah… meskipun terjadi flow/perpindahan uang melalui transaksi jual beli suatu barang, namun jumlah uang dalam peredaran tetap, yaitu 2 juta rupiah.
TANPA SUATU PIRAMIDA SISTEM KEUANGAN, TIDAK ADA SUATU MEKANISME UNTUK MENCIPTAKAN PROFIT/UANG BARU…!!!
SEHINGGA JUMLAH UANG YANG ADA DALAM PEREDARAN TETAP… YAITU 2 JUTA…!!!
CERITA II : DENGAN PIRAMIDA SISTEM KEUANGAN
Masih sama…, di dunia ini hanya ada 3 orang… Yaitu AKU, KAU, & DIA … Lalu…, stock/jumlah uang yang ada dalam peredaran hanya 2 juta rupiah. Ingat hanya ada 2 juta lembar rupiah di dunia ini…!!! Dan…, 1 juta milik AKU, 1 juta milik KAU, sedang si DIA adalah orang miskin, jadi DIA tidak punya uang sama sekali…. Namun…, ada BANK diantara kita yang menjadi piramida sistem keuangan & memonopoli sistem keuangan yang ada… Nah…, karena ada BANK diantara kita, maka AKU & KAU menyimpan uang yang kita miliki di BANK.
Sebenarnya kita bukanlah menyimpan uang kita di BANK, akan tetapi kita membeli rupiah digital dari BANK tersebut dengan rupiah kertas kita.
AKU & KAU bisa melihat rupiah digital yang kita beli dari BANK tersebut di buku tabungan, ATM, maupun internet banking kita. Meskipun angka digital tersebut tidak punya bentuk, akan tetapi pada dasarnya dia juga adalah alat tukar yang sama dengan rupiah kertas. Buktinya, kita bisa membayar tagihan atau membeli sesuatu lewat transfer angka digital melalui ATM, internet banking, maupun SMS banking.
Dalam transaksi digital yang kita lakukan seperti itu kan tidak melibatkan rupiah kertas sama sekali tow….
Ok… Kembali ke cerita… Jadi, sekarang AKU & KAU tidak punya uang kertas, akan tetapi punya uang digital. Dan sekarang seluruh 2 juta rupiah uang kertas yang ada dalam peredaran, sudah ada di BANK.
Kemudian, BANK menerapkan rumusan “fractional reserve banking 1 : 9” pada 2 juta rupiah uang kertas yang sudah dia kumpulkan dari AKU & KAU…
1 bagian, atau 10% dari 2 juta itu oleh BANK disebut sebagai “cadangan wajib”, jadi sebesar 200 ribu. Cadangan wajib ini digunakan sebagai cadangan, kalau kalau suatu saat AKU & KAU menukarkan rupiah digital kita menjadi rupiah kertas lagi ke BANK tersebut. Atau yang biasa kita kenal dengan mengambil tabungan…
9 bagian, atau 90% nya disebut oleh BANK sebagai “kelebihan cadangan”, jadi sebesar 1,8 juta. Karena merupakan kelebihan cadangan, lalu oleh BANK yang 1,8 juta ini akan dihutangkan kepada orang yang membutuhkan.

Singkat cerita…, 1,8 juta itu dihutangkan oleh BANK kepada si DIA yang miskin. Sehingga, sekarang si DIA punya uang kertas 1,8 juta.
TIBA TIBA…, sekarang jumlah uang yang ada dalam peredaran (uang yang dimiliki oleh masyarakat, yaitu AKU KAU & DIA) meningkat menjadi 3,8 juta rupiah…!!! 1 juta milik AKU dalam bentuk digital. 1 juta milik KAU dalam bentuk digital. 1,8 juta milik DIA dalam bentuk kertas.
Rupiah digital ataupun kertas, tidak ada bedanya. Karena AKU KAU & DIA sama-sama bisa menggunakannya untuk membeli/membayar sesuatu…
Ini buktinya…. Suatu saat AKU menjual suatu barang dengan harga 1 juta, dan dibeli oleh KAU dengan cara membayar lewat transfer angka digital di ATM, tanpa melibatkan uang kertas sama sekali... Sehingga sekarang AKU punya 2 juta uang digital di rekeningku, dan KAU tidak punya uang lagi, akan tetapi KAU punya barang tersebut. Nah…, dapat kita lihat bahwa transaksi jual beli antara AKU & KAU tersebut tidak mungkin terjadi jika tidak ada BANK diantara kita…!!! Karena AKU & KAU kan tidak punya uang kertas sama sekali…. dan bukankah uang kertas yang ada dalam peredaran sudah di pegang oleh si DIA sebesar 1,8 juta dan yang 200 ribu ada di BANK…???
Nah…, dengan adanya BANK diantara kita sebagai piramida sistem keuangan, transaksi tersebut jadi mungkin, karena bank telah menciptakan profit dalam bentuk uang baru melalui mekanisme fractional reserve bankingnya….
PERHATIKAN…!!! 
Dengan stock uang kertas 2 juta rupiah, hanya dengan sekali penerapan fractional reserve banking saja, sebenarnya BANK sudah menciptakan profit sebesar 90% dari stock yang ada, yaitu sebesar 1,8 juta. Profit tersebut berupa menciptakan uang baru dalam peredaran, sehingga total uang dalam peredaran menjadi 3,8 juta…
Bukan selisih harga jual dengan harga beli ataupun selisih biaya produksi dengan harga jual…. Profit sebesar itu diciptakan oleh BANK dari ketiadaan melalui suatu mekanisme piramida sistem keuangan dengan rumusan fractional reserve banking terhadap uang kertas yang ada dalam peredaran.
Pada kenyataanya, di dunia ini ada banyak AKU, KAU & DIA. Sehingga BANK bisa menerapkan fractional reserve banking berkali kali terhadap stock uang yang ada dalam peredaran.
Misal…, suatu saat KAU menjual barang yang KAU beli dari AKU tadi. Tentu saja KAU ingin mendapatkan keutungan, maka barang tersebut KAU jual dengan harga 1,8 juta. Yang kemudian dibeli oleh si DIA dengan uang kertas hasil hutang dari BANK tadi.
Jadi, sekarang barang ada pada si DIA dan uang kertas 1,8 juta ada pada KAU. Lalu uang kertas tersebut KAU simpan lagi di BANK. Dan BANK menerapkan kembali fractional reserve bangkingnya pada uang kertas 1,8 juta tersebut.
Jadi, 10 % dari 1,8 juta (180 ribu) digunakan sebagai cadangan wajib dan 90% (1,62 juta) dihutangkan lagi kepada orang yang membutuhkan. Lalu oleh orang tersebut uang hasil hutang itu digunakan untuk membeli suatu barang. Kemudian oleh penjual barang, uang tersebut dimasukkan ke BANK lagi, lalu kena fractional reserve banking lagi… Begitu seterusnya….
Secara teoritis, dengan fractional reserve bankingnya, BANK bisa menciptakan profit total sebesar 900% dari stock uang yang ada dalam peredaran. Namun profit tersebut tidak diberikan secara gratis dalam bentuk bantuan kepada masyarakat, akan tetapi dihutangkan…!!!
Meskipun BANK kita berbeda-beda, namun pada dasarnya tetap sama saja, karena seluruh BANK bekerja sebagai satu kesatuan jaringan sistem piramida yang memonopoli sistem keuangan.
Sudah bingung atau sudah ada gambaran kah …? :)
Seperti itulah cara kerja piramida sistem keuangan dalam menghasilkan profit…, maksud saya menciptakan profit…
Selama masyarakat percaya terhadap suatu sistem keuangan, dan dengan perilaku masyarakat yang tidak seragam alias berbeda beda dalam memasukkan & mengambil uang dari sistem, maka keseimbangan suatu piramida sistem keuangan dapat dijaga…!!!
Saat ada masyarakat yang mengambil uang dari sistem, di sisi lain ada masyarakat yang memasukkan uang ke dalam sistem, begitu pula sebaliknya…
Jadi, seluruh masyarakat tidak pernah mengambil atau memasukkan uang dalam waktu yang bersamaan… Berapa pun besar profit yang diberikan/diciptakan, entah itu 30% atau 40% atau 100% pun tidak menjadi masalah selama keseimbangan sistem terjaga oleh perilaku masyarakat yang percaya & tidak seragam tersebut…!!!
Dan hal itu sudah dibuktikan oleh sistem piramida perbankan selama beratus-ratus tahun…!!! Jika masyarakat mengambil dananya dari bank secara bersamaan, maka bank pasti akan colapse…!!! Walaupun itu adalah bank yang paling bagus kinerjanya sekalipun…!!! Jika sebagian besar masyarakat mengambil uang dalam waktu bersamaan tanpa ada yang memasukkan uang ke bank lagi, maka hal itu akan mengancam keberlangsungan sistem piramida keuangan bank...
Namun, hal ini jarang terjadi, dan hanya terjadi jika ada kepanikan massal sehingga masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap sistem piramida keuangan perbankan, dan mengambil seluruh uang mereka dari bank… Inilah yang disebut “Rush”…
Jika hal itu terjadi pada sistem komunitas saling membantu, baik itu MMM, SSS, ICM atau yg lainya, maka komunitas itu pun akan colapse….
Dan itulah resikonya !!!
Ok… Jadi, jika anda ingin mengetahui secara mendetail darimana profit dan bonus2 ini berasal, silahkan pahami terlebih dahulu tentang piramida sistem keuangan dan berbagai pernak-pernik yang ada di dalamnya, lalu terapkan pada sistem keuangan model baru ala komunitas2 ini…
Contoh cerita di atas seharusnya sudah dapat memberikan gambaran bagi anda… Jangan terpaku pada besarnya profit yang dibayarkan 30% atau lebih perbulannya, karena sebenarnya sistem piramida keuangan seperti ini mampu memberikan profit hingga diatas 100% sekalipun…
Kalaupun masih sulit untuk dipahami asal usul profit itu, paling tidak sudah ada gambaran lah dalam benak anda…. :)
Selamat berpikir & menganalisa….

Apakah System Komunitas2 ini beresiko sehingga perlu dihindari !?
Ya... sangat betul sekali komunitas2 ini bisa dikatakan sangat beresiko, bahkan resiko tinggi apabila kita tidak memahami cara kerjanya.
Pertanyaannya kemudian apakah yang kita lakukan sehari-hari tidak mengandung resiko? punya usaha beresiko bangkrut, bekerja resiko di PHK, investasi baik di reksadana maupun saham semua tidak dijamin, artinya beresiko.
Bahkan investasi yang dianggap sebagai safe-heaven alias paling aman seperti emas pun beresiko.
Lalu kenapa kita tetap melakukannya? Kenapa kita tetap mau jadi pengusaha, tetap mau bekerja, tetap mau berinvestasi ? Karena life is about taking the risk, Hidup adalah bagaimana kita mengelola resiko itu.
Termasuk di sistem komunitas ini, ada resiko tetapi kita bisa mengelolanya sehingga resiko yang harus kita hadapi menjadi minimal sekali. 

0 komentar:

Posting Komentar